Salatiga – SMP Negeri 10 Salatiga menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan 1447H sebagai upaya penguatan karakter religius seluruh murid selama empat hari berturut-turut. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Rabu, 11 Maret 2026, hingga Sabtu, 14 Maret 2026, yang bertempat di lingkungan sekolah dengan diikuti oleh seluruh peserta didik. Program ini dirancang untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengisi bulan suci dengan aktivitas yang bermanfaat dan produktif bagi murid. Guru Agama Islam, Casoni, M.Pd., memberikan motivasi khusus agar para murid menjalani bulan suci ini dengan penuh totalitas. “Jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dengan menjalaninya secara semangat dan gembira, karena hati yang bahagia dalam beribadah akan mendatangkan keberkahan yang luar biasa,” pesannya di hadapan para murid.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama hingga ketiga difokuskan pada pendalaman fiqih serta evaluasi ibadah harian melalui kontrol buku Ramadan. Murid mendapatkan materi mengenai Fiqih Puasa, Fiqih Salat Wajib, hingga pemahaman mendalam tentang Zakat Fitrah untuk memastikan ibadah dilakukan sesuai syariat. Agenda harian selalu dimulai dengan pembiasaan religi serta murojaah dan diakhiri dengan salat zuhur berjamaah di lingkungan sekolah. Terdapat pula sesi kultum murid yang bertujuan untuk melatih kepercayaan diri dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada teman sejawat. Seluruh rangkaian jadwal ini disusun untuk menyeimbangkan antara wawasan keilmuan agama dan praktik spiritual harian murid.

Memasuki hari terakhir pada Sabtu, 14 Maret 2026, suasana kegiatan menjadi lebih emosional dan penuh dengan semangat berbagi antarsesama. Para murid diajak untuk mengekspresikan rasa terima kasih mereka dengan membuat kartu ucapan lebaran yang ditujukan khusus kepada orang tua masing-masing. Kegiatan kreatif ini diharapkan dapat mempererat hubungan kasih sayang dan menanamkan nilai bakti anak kepada orang tua di rumah. Selain itu, agenda utama pada hari penutup ini adalah pelaksanaan pentasarufan atau pembagian zakat fitrah kepada warga yang berhak menerima. Proses penyaluran zakat dilakukan secara tertib sebagai bentuk nyata dari kepedulian sosial seluruh warga sekolah terhadap masyarakat sekitar.
Secara keseluruhan, Pesantren Ramadan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi sarana transformasi perilaku bagi generasi muda. Pihak sekolah berharap melalui pembiasaan religi yang intensif, murid dapat mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi melalui buku kendali Ramadan juga memastikan bahwa aktivitas ibadah murid tetap terjaga meskipun saat berada di luar pengawasan guru. Penutupan kegiatan ditandai dengan perasaan syukur dan kebersamaan yang erat antara pihak sekolah, murid, dan masyarakat penerima manfaat. Dengan berakhirnya program empat hari ini, semangat berbagi dan beribadah diharapkan terus membekas hingga hari raya mendatang.

