STUDY TOUR BALI 2015

Study Tour Bali 2015
Senin 28 September 2015, SMP Negeri 10 Salatiga mengadakan kegiatan Study Tour Bali 2015 dengan tema THE GREATEST OF BALI DEVATA ; NATURE, CULTURE, AND EDUCATION. Sebelum berangkat ke Bali diadakan upacara pemberangkatan yang dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Sekolah, Drs. Bambang Subiyakto, M.Pd. dan pengarahan secara teknis oleh Bapak Handoyo, S.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX dan beberapa guru pendamping dengan armada 4 (empat) Bus.
Setelah upacara pemberangkatan selesai seluruh peserta masuk ke bis dan mulai berangkat menuju ke pelabuhan ketapang sekitar dengan perjalanan selama kurang lebih 18 jam dan tiba di pelabuhan ketapang pada pukul 02.00 WIB. Perjalanan dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk kira-kira satu setengah jam saja, tiba di pelabuhan gilimanuk pada pukul 04.00 WITA. Selanjutnya rombongan melakukan perjalanan ke obyek wisata Tanah Lot. Waktu yang dibutuhkan kira-kira 3-4 jam perjalanan. Sesampainya di tanah lot seluruh rombongan menikmati keindahan alam di tanah lot.
Tanah Lot

Tanah Lot merupakan sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam. Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa, yaitu Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu, penguasa Tanah Lot yang bernama Bendesa Beraben merasa iri kepadanya karena para pengikutnya mulai pergi untuk mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben kemudian menyuruh Danghyang Nirartha meninggalkan Tanah Lot. Danghyang Nirartha menyanggupi, tetapi sebelumnya ia dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhirnya disebutkan bahwa Bendesa Beraben menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Penangkaran Penyu, Pulau Penyu Tanjung Benoa

Obyek wisata berikutnya yaitu Pulau Penyu Tanjung Benoa. Perjalanan dari Tanah Lot ke Tanjung Benoa kira-kira 2-3 jam. Pulau Penyu yang merupakan kawasan konservasi penyu di Tanjung Benoa. Dari pantai, menuju pulau penyu dilakukan dengan berlayar sekitar 30 menit dengan perahu. Perahu yang digunakan untuk berlayar pun cukup unik. Bagian bawah perahu ini terbuat dari kaca transparan. Hal ini bisa memudahkan untuk melihat keindahan alam bawah laut di perairan Tanjung Benoa. Setibanya di Pulau Penyu, bisa melihat penyu mulai dari masih berbentuk telur, tukik sampai dengan penyu dewasa. selain penyu juga terdapat beberapa jenis satwa, antara lain ular, kelelawar, dan juga burung. 

Setelah dari pulau penyu Tanjung Benoa, rombongan menuju ke Puja Mandala untuk melakukan ibadah sesuai dengan agama masing-masing. Puja Mandalan adalah sebuah Kompleks yang berlokasi di Jl. Kuru Setra Bualu Benoa Nusa Dua Bali. Di dalam kompleks ini berdiri kelima tempat ibadah yang terdiri dari Masjid, Gereja Katolik, Wihara, Gereja Kristen Protestan dan Pura. Seluruhnya tertata rapi, berdiri anggun, megah, dengan tinggi bangunan yang rata & sejajar, memiliki nilai estetika dan spiritual tentunya. 

Pantai Pandawa

Setelah dari puja mandala perjalanan berikutnya yaitu ke pantai Pandawa. adalah salah satu kawasan objek wisata yang berada di Bali tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan, Kabupaten Badung. Pantai Pandawa juga sering dikenal dengan nama Pantai Kutuh, dan kadang juga disebut sebagai pantai rahasia (Secret Beach) karena letaknya berada dibelakang tebing. Selain tebing-tebing yang tinggi, kalian juga akan mendapati patung-patung pewayangan lima pandawa yaitu patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Kelima patung tersebut akan kita dapati saat memasuki kawasan Pantai Pandawa. Kelima patung itu pula dipasang didalam tebing-tebing, sehingga pengunjung yang datang akan melihat berjejer kelima patung-patung tersebut secara berurutan. Hal yang menarik lainnya yang bisa kalian dapati di Pantai Pandawa adalah dengan pesona pantainya itu sendiri. Keindahan pantai pandawa tidak perlu diragukan lagi, sejak akses jalannya yang telah dimudahkan kini pantai ini sering diramaikan oleh pengunjung, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara. Suara deru air ombak disertai dengan hamparan pasir putih yang mempesona menjadikan pantai ini semakin indah mempesona, di pantai ini kita dapat bermain air dan menaiki perahu kano mengelilingi pantai.

Patung Garuda, Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Perjalanan berikutnya yaitu ke obyek wisata Garuda Wisnu Kencana. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter. Di kawasan ini terdapat juga Patung Garuda yang tepat di belakang Plaza Wisnu adalah Garuda Plaza di mana patung setinggi 18 meter Garuda ditempatkan sementara. Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur yang mencakup lebih dari 4000 meter persegi luas ruang terbuka yaitu Lotus Pond. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental patung Lotus Pond Garuda membuat ruang yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga 7000 orang,Lotus Pond telah mendapatkan reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara besar dan internasional. Terdapat juga patung tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan patung Garuda Wisnu Kencana lengkap. Karya ini ditempatkan sementara di daerah Tirta Agung. di GWK juga terdapat gedung teather, di sini peserta study tour dapat melihat tari kecak. Setelah dari GWK, seluruh peserta menginap di hotel.


Gapura Istana Kepresidenan Tampak Siring

Keesokan harinya, Rabu tanggal 30 September 2015, pukul 07.00 WITA seluruh peserta harus sudah siap dan mulai berangkat menuju Istana Presiden Tampak Siring. Seluruh peserta wajib menggunakan seragam yang resmi dan sopan untuk dapat masuk ke Istana Presiden Tampak Siring. Istana Kepresidenan Tampak siring berlokasi di atas perbuktian di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Pulau Bali. Merupakan satu-satunya istana kepresidenan yang dibangun masa pemerintahan Indonesia yang dibangun pada tahun 1957 – tahun 1960, sepenuhnya ditangani oleh putra-putra Indonesia, atas prakasa Presiden I Republik Indonesia : Soekarno. Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, tampak (bermakna telapak) dan siring (bermakna miring). Menurut legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini dikenal dengan nama Tampaksiring. Komplek Istana Kepresidenan Tampaksiring kini terdiri dari lima gedung utama dan satu pendapa. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka dan Wisma Negara yang dipisahkan oleh celah bukit sedalam lebih kurang 15 meter namun terhubung dengan jembatan sepanjang 40 meter, tiga gedung utama yang lainnya diberi nama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang untuk konferensi, serta Balai Wantilan.

Setelah selesai dari Istana Tampak Siring, rombongan peserta melanjutkan perjalanan wisata ke pantai Sanur. Tiba disana kira-kira sampai pukul 12.00 WITA. Pantai Sanur adalah sebuah tempat wisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar. Karena memiliki ombak yang cukup tenang, maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian. Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta. Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau Matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari Terbit karena pemandangan saat Matahari terbit sangat indah jika dilihat dari sana. Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat Matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu Matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya. Selain itu, pengunjung bisa melihat Matahari terbit dengan berenang di pantai. Sebagian kawasan pantai ini mempunyai pasir berwarna putih yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati jagung bakar ataupun lumpia yang banyak dijajakan pedagang kaki lima.

Museum Braja Sandi

Setelah berlama-lamaan di Pantai Sanur, rombongan kembali melakukan perjalanan ke museum braja sandi. Monumen Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang pesemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter. Lokasi monumen ini terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Bali yang juga di depan Gedung DPRD Provinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan Puputan Renon. Monumen ini dikenal dengan nama “Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan. Monumen ini dibangun pada tahun 1987, diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003. Tujuan pembangunan monumen ini adalah untuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan budaya Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan tantangan dan hambatan. Didalam museum itu terdapat perkembangan dan sejarah perjuangan rakyat bali. 

Setelah dari museum, selanjutnya ke pantai kuta, ialah pantai yang paling terkenal di Pulau Bali. Tiba di pantai pada pukul 04.00 WITA, jadi kita dapat menyaksikan Sunset di Pantai Kuta. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach). Pantai Kuta terkenal memiliki ombak yang bagus untuk olahraga selancar (surfing), bisa juga untuk berenang. Setelah puas menikmati sunset di pantai Kuta, kemudian mandi dan dilanjutkan ke Khrisna untuk berbelanja, selanjutnya seluruh peserta kembali ke hotel untuk beristirahat. Pada malam hari, di hotel di adakan pelantikan pramuka penggalang.

Pada hari Kamis, 02 Oktober 2015 seluruh peserta telah bersiap-siap untuk kembali Salatiga tercinta 🙂 . Sebelum kembali ke Salatiga, mampir dulu ke Joger. Joger adalah sebuah toko sejenis galeri yang menjual berbagai barang-barang kerajinan seni dan batik. Joger dahulu bernama “Art & Batik Shop Joger”. Seiring berjalannya waktu, Joger menjelma menjadi sebuah pusat oleh-oleh di Bali yang bisa disejajarkan dengan Krisna maupun Pasar Sukowati. Kata Joger sendiri diambil dari perpaduan dari nama sang pemilik yaitu Joseph Theodorus Wulianadi dengan sahabat karibnya yang bernama Mr.Gerhard Seeger dimana yang huruf E-nya dibaca seperti kata “enak” atau pada kata “ekonomi”. Joger didirikan pada tanggal 19 Januari 1981 dengan bantuan dana dari si sahabat bulenya yang menghibahkan uang sebesar US$ 20.000 sebagai hadiah pernikahan si pemilik Joger sekarang yaitu Joseph Theodorus Wulianadi. barang yang dipajang mayoritas berupa barang-barang kerajinan khas Bali seperti ukiran. Terdapat juga barang seperti sandal, tas, gantungan kunci, hiasan meja, hiasan dinding, kaos, topi, jaket, celana, dan lain-lain.

Danau Bedugul

Setelah dari Joger, obyek wisata berikutnya yaitu ke danau bedugul. Disana mereka menikmati keindahan danau bedugul. Setelah itu rombongan peserta kembali pulang ke Salatiga, sampai di Salatiga pada hari Jum’at, 02 Oktober 2015 pada pukul 11.00 WIB.

Penulis : Anggoro Wicaksono – 9G/2015