Green House

Tanaman yang dibudidayakan secara konvensional di lahan terbuka relatif mudah terganggu dengan perubahan iklim yang bersifat mendadak sehingga tanaman menjadi stress, dengan demikiankuantitas dan kualitas hasil panen dapat turun drastis.
Aplikasi di bidang pertanian, konstruksi ini terbukti mendatangkan banyak manfaat diantaranya untuk membudidayakan tanaman di luar musim (off-season), florikultur, aklimatisasi, perbaikan varietas tanaman melalui penyilangan dan lain sebagainya. Secara khusus, kita dapat memetik beberapa manfaat dari green house, antara lain:
  1. meningkatkan hasil panen 5 – 15 kali atau lebih;
  2. menekan biaya tenaga kerja;
  3. mengurangi kebutuhan jumlah dan biaya pemupukan;
  4. menghemat kebutuhan air;
  5. mengeliminasi serangan hama dan penyakit tanaman;
  6. membutuhkan area yang relatif kecil untuk memperoleh hasil panen dan keuntungan;
  7. memperbanyak tanaman yang akan dijadikan sebagai tanaman donor (eksplan) untuk keperluan kultur jaringan;
  8. membudidayakan tanaman langka (hampir punah) untuk tujuan konservasif perlindungan biodiversitas tanaman; dan
  9. mudah dalam mengoperasikan, memelihara dan mengendalikan peralatan dan mesin yang ada dalam green house tersebut. Untuk daerah­ yang sering dilanda angin kencang dan badai, mendirikan green house di daerah tersebut menjadi suatu keharusan.